ERP, Pola Pengelolaan Sampah Ini Jadi Andalan Universitas Brawijaya Malang

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Pengelolaan sampah di Universitas Brawijaya (UB) kini lebih terorganisir lewat keberadaan ERP (Ecogreen Recycle Plasa). Bila semula pengelolaan sampah ada pada UPT Kompos, di bawah Fakultas Pertanian, namun sejak 2016 sudah menjadi ERP. ERP termasuk dalam unit usaha di bawah Badan Usaha Non Akademik dengan penjualan komposnya.

“Kompos organiknya lumayan juga yang beli. Ada kelompok tani juga masyarakat,” jelas Farina Nur Aini dari Bagian Administrasi dan Keuangan ERP pada SURYAMALANG.COM akhir pekan lalu.

Volume sampah di UB mencapai 40 meter kubik. Hasil sampah yang diambil dari petugas-petugas fakultas kemudian dipilah oleh pekerja di ERP.Ada sampah organik, anorganik dan residu.Yang residu atau tidak terpakai dibuang ke TPA. Sedang sampah anorganik kemudian dipisah-pisah untuk dijual. Misalkan kertas, botol plastik.

“Harganya (kertas dan botol plastik) menyesuaikan pabrik,” ujar Farina.

Seminggu bisa ada koreksi harga hingga dua sampai tiga kali. Yang mengalami penurunan harga misalkan harga botol minuman plastik Aqua.Sempat mencapai Rp 2.600 per kg. Namun kemudian turun jadi Rp 1.400 per kg. Sedang kardus Rp 1.500 per kg. Kertas HVS Rp 2.200 per kg.

Untuk memilah sampah, ERP memiliki pekerja lepas harian sebanyak 10 orang.

“Yang belum punya di sini adalah mesin pencacah plastik,” katanya.

Keberadaan pengolahan sampah di UB ini menjadikan ERP jadi jujugan studi banding.

“Memang baru di UB ada pengolahan sampahnya,” ujar dia.

Di ERP juga dilengkapi dengan bank sampah. Adanya nilai ekonomi pada sampah juga menarik perhatian dosen dan mahasiswa. Ada yang menabung ke bank sampah meski belum banyak. Bank sampah per hari bisa mencapai 50 Kg.

“Kalau biasanya dapat sampah ramai-ramai umumnya senang dapat duit langsung,” jelasnya.

Paling ramai masa penjualan sampah anorganik pada akhir pekan. Biasanya di akhir pekan mahasiswa dan office boy menyetor sampah yang mungkin dikumpulkan dulu selama sepekan. Sri Wahyuni, petugas pemilah sampah mengaku menikmati tugasnya.

“Saya sudah bekerja enam bulan. Saya enjoy aja,” kata wanita yang bertugas memilah sampah anorganik. Dia satu-satunya pekerja wanita di ERP.

“Yang penting itu bekerja dengan senang hati,” kata ibu ini.

 

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul ERP, Pola Pengelolaan Sampah Ini Jadi Andalan Universitas Brawijaya Malang, http://suryamalang.tribunnews.com/2018/02/11/erp-pola-pengelolaan-sampah-ini-jadi-andalan-universitas-brawijaya-malang

Penulis: Sylvianita Widyawati

Editor: Dyan Rekohadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat